Mengabdi Terdepan Untuk Bangsa

‘…kita ini termasuk sebuah organisasi yang besar, terlebih saat Mas Isman masih jumeneng duhulu. Jejak kebesarannya masih terasa sampai saat ini. Akan tetapi, kebesaran itu tidak akan ada artinya kalau kita sekarang tidak berbuat sesuatu dan hanya membicarakan kebesaran masa lalu saja. Saya bersyukur di Kabupaten Banyuwangi ini masih dapat kita pertahankan pengabdian kita melalui dunia pendidikan walaupun jumlahnya sudah tidak sebanyak dulu. Delapan sekolah yang ada sekarang harus kita upayakan untuk dapat terus memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik. Kita sekarang kecil, jumlah siswanya pun tidak banyak lagi seperti dulu, tetapi tidak berarti harus menjadi kecil hati…’ kata Gunarso Dibyo Suroso, Ketua Yayasan Bhakti Tri Dharma Kosgoro (YBTDK) Jakarta Perwakilan Kabupaten Banyuwangi, dalam sambutan yang disampaikan pada acara pelantikan Kepala Sekolah SMP KOSGORO Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu, 11/02/2017.

Sementara dalam amanat Yayasan yang dibacakan oleh Edy Suherman, S.Pd, Ketua Umum YBTDK, Hayono Isman, mengingatkan warga belajar dilingkungan satuan pendidikan untuk lebih bersungguh-sungguh dalam membentuk karakter anak didik agar mereka senantiasa menjunjung nilai kebhinnekaan dalam bingkai NKRI. ‘…hiruk pikuk dinamika politik dewasa ini memberi pelajaran penting bagi pendewasaan kita dalam berbangsa dan bernegara. Selain nilai-nilai universal yang harus dikedepankan, seperti integritas, pantang menyerah, dan keberanian dalam konteks pembentukan karakter, hal tidak kalah penting adalah bagaimana menanamkan nilai gotong royong sebagai nilai kebangsaan yang telah kita miliki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Gotong royong telah menjadi tali pengikat kokoh dari suatu bangsa yang heterogen dengan ragam perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Sehingga tidak mengherankan jika Mas Isman (alm), Ketua Umum pertama sekaligus pendiri KOSGORO menerapkannya pada sendi utama pergaulan tidak saja dilingkungan Kosgoro melainkan juga dalam mengembangkan jalinan komunikasi sesama anak bangsa. Nilai dan norma gotong royong itu tercermin pada salah satu doktrin Tri Dhama Kosgoro, yakni solidaritas…’

Hayono menaruh harapan besar pada warga belajar sekolah kosgoro di Banyuwangi pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya untuk terus konsentrasi penuh mendidikan agar generasi Indonesia di masa mendatang benar-benar siap mengatasi dan menaklukan tantangan jaman.

Bertempat di SMP KOSGORO Kalipuro, Desa Gombengsari, Kabupaten Banyuwangi, telah dilaksanakan serah terima jabatan sekaligus pelantikan Yeti Fauziana, S.Pd sebagai Kepala Sekolah yang baru menggantikan Drs. Taufik Wahyudiono.

Acara sertijab dan pelantikan tersebut dilaksanakan sederhana namun khidmat. Hadir seluruh kepala Satuan pendidikan KOSGORO se-Banyuwangi dan pengurus YBTDK Perwakilan Banyuwangi. Demikian pula para tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan dari masing-masing sekolah.

Gunarso mencermati bahwa pada saat ini Kosgoro sedang mengalami masa alih generasi menuju generasi ketiga. ‘… waktu terus berubah, kita perlu segera mensikapi dengan serius peralihan generasi ini. Di sekolah-sekolah Kosgoro, pada umumnya sekarang sudah dipegang oleh guru-guru muda, ambil contoh, dari delapan sekolah di Banyuwangi enam diantaranya sekarang dipegang oleh kepala sekolah berusia muda. Dengan pendidikan yang memadai ditunjang oleh semangat enerjik kaum muda, saya yakin ke depan akan mampu untuk lebih berkembang ditengah persaingan yang cukup ketat, terutama dengan menjamurnya sekolah-sekolah pondok di Banyuwangi ini…’ ujarnya, seusai acara pelantikan.

Yang perlu diperhatikan benar, menurut Gunarso, proses transisi atau peralihan generasi ini hendaknya mampu tetap terjaga marwah ke-kosgoro-an. ‘…kami sepenuhnya menyadari akan adanya perbedaan suasana kebhatinan yang kami rasakan dengan generasi setelah kami, terlebih dengan para anak didik yang diharapkan dapat meneruskan semangat kejoangan kami. Kami tidak ingin terjebak dalam kebesaran sejarah masa lalu semata. Oleh karenanya dalam menyampaikan amanat tadi saya menekankan pentingnya kita berpijak pada kondisi realitas dengan tidak manafikan kebesaran yang pernah kita dapatkan. Atau, kalau menurut mas Sarwono Kusumaatmadja, Ketua Dewan Pembina YBTDK saat berkunjung ke sekolah Pesanggaran tahun 2015 lalu, sekolah Kosgoro harus mampu membaca dan menyesuaikan dengan situasi kekinian…’ ujarnya.

Hal itu dibenarkan oleh Yeti Fauziana, Kepsek yang baru dilantik. Menurutnya, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan di SMP KOSGORO Kalipuro, semuanya berusia muda. ‘…memang pengetahuan kami tentang Kosgoro terbilang minim, masih jauh dari tahu, oleh karenanya apa yang disampaikan oleh pak Gunarso tadi sangat tepat, estafet generasi ini harus dijembatani dengan baik. Mudah-mudahan bisa terlaksana, sebab kalau melihat komunikasi selama proses persiapan pelantikan, baik kawan-kawan kepala sekolah dan juga pengurus yayasan, terasa sekali suasana solidaritasnya. Hanya yang lebih muda, saya berharap tentu terutama kepada para pengurus yayasan untuk dapat membimbing dan tidak putus asa dalam menularkan jiwa kekosgoroan…’

Yeti berkeyakinan atas dukungan dan semangat gotong royong, sekolah-sekolah Kosgoro di Banyuwangi, terutama SMP Kosgoro Kalipuro, akan dapat mengatasi dan melewati tantangan berat serta tetap konsisten memberi pelayanan terbaik. ‘…meskipun jumlah anak didik kami tidak banyak bukan berarti semangat kami surut, malahan hal tersebut kian memacu keinginan keras kami untuk memajukan sekolah ini. Yang mesti lakukan adalah bagaimana memberdayakan seluruh potensi yang kami miliki…’

 

Sumber : Nurakhmad – www.madiknas.org

Post Comment